Song

Sunday, March 24, 2013

Rela

Postingan dari teman yang membuat saya menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi di kehidupan saya adalah atas kehendak Allah. Berlapang dada dan mensyukuri segala sesuatu yang kita dapatkan akan membuat hati lebih tenang. 

Qana’ah adalah sikap rela menerima dan merasa cukup atas hasil yang diusahakannya serta menjauhkan diri dari dari rasa tidakpuas dan perasaan kurang. Orang yang memiliki sifat qana’ah memiliki pendirian bahwa apa yang diperoleh atau yang ada didirinya adalah kehendak Allah .

Segala sesuatu itu akan menjadi baik bila berada di tangan orang yang qana’ah". Ketika Rasulullah saw sedang duduk bersama para sahabatnya, tiba-tiba Rasulullah saw mengatakan "Akan datang seorang lelaki ahli surga", tak lama kemudian muncullah seorang lelaki berpenampilan sangat sederhana dan para sahabat tidak melihat ada sesuatu yang istimewa dari lelaki tersebut, hal ini terulang hingga beberapa kali sehingga membuat seorang sahabat penasaran dan akhirnya mengikuti lelaki tersebut pulang ke rumah dan meminta izinnya untuk menginap dirumahnya selama beberapa hari untuk melihat apa sebenarya yang dilakukannya, akan tetapi setelah beberapa hari, sahabat tersebut tidak menemukan apa pun yang spesial darinya, maka ia pun menyerah dan mengutarakan penasarannya serta alasan mengikutinya sampai di rumah, ia pun bertanya: "Mengapa setiap kali engkau muncul, Rasulullah saw selalu mengatakan bahwa akan datang seorang lelaki ahli surga, aku melihat ibadahmu hanya biasa-biasa saja sama seperti yang orang lain lakukan, namun mengapa kau begitu istimewa?" maka lelaki itu pun menjawab: "Aku seperti yang engkau lihat, ibadahku biasa-biasa saja namun aku tidak pernah merasa iri dengan harta yang dimiliki orang lain, dan aku tidak pernah dengki terhadap rizki yang Allah swt berikan kepada orang lain." Hanya itu saja ternyata rahasia lelaki tersebut, namun berdampak yang begitu dahsyat yaitu surga sebagai imbalannya. Sahabat tersebut pun tertunduk malu dan pamit pergi.

Kisah lelaki tersebut menginspirasikan sikap qana’ah, hidup di zaman ini rasanya perlu memiliki stok qana’ah yang banyak, yang berarti rela dengan pemberian Allah swt atau merasa cukup dengan apa yang ada, dimana kehidupan saat ini bagi sebagian orang adalah penuh tantangan hebat, persaingan ketat dan saling berlomba untuk memperoleh kekayaan yang berlimpah tanpa lagi memikirkan halal dan haram, tidak cukup mengumpulkan materi saja, keadaan fisik yang sudah dijadikan Allah swt sempurna juga diperkaya dan dirubah sedemikian rupa agar lebih mempesona, sehingga memicu polemik sosial yang berakibat kecemburuan dan iri hati yang tidak berkesudahan karena yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin papa.

Semoga ketika saya lupa masih ada yang bisa mengingatkan saya dengan baca postingan ini. :)

-Be thankful for what we have in hands-


Easter Bread


I got this recipe from my German friend, she said that this bread is typical Easter bread in Germany. We made it together, you can make it whenever you want,  it's worth to try :)

The Dough

Ingredients
(All ingredients shall have room temperature)
  • 500 gr flour
  • 100 gr sugare
  • 1 package yeast (30 gr)
  • 200 ml milk
  • 2 eggs
  • 100 gr butter
  • Salt
  • 100 gr raisin (put in the water the day before baking)
   Direction

  • Mix everything together with hands until it looks good (not sticky) 
  • After all ingredients are mixed, keep the dough for 2 hours on a warm spot (room temperature) for growing
  • Bake on the oven with 150 degrees C temperatures for 30 - 45 minutes.
Note: 
- Be free to make your own shape
- To make  the dough looks nice, before baking you can apply yolk eggs on the surface and pour some danish sugar on top of it.

Growing Dough

Braided Circular Shape :)

After Baking



Review Buku Ayahku (Bukan) Pembohong

" Bangsa yang korup bukan karena pendidikan formal anak-anaknya rendah, tetapi karena pendidikan moralnya tertinggal, dan tidak ada yang lebih merusak dibandingkan anak pintar yang tumbuh jahat "   
-Si Raja Tidur, Ayahku (Bukan) Pembohong-


Ayahku (Bukan) Pembohong adalah buku pertama karangan Tere Liye yang saya baca terus menerus sampai halaman terakhir, bukan karena saya penasaran dengan isi buku ini, tapi karena saya udah cukup lama ga baca buku fiksi, berhubung sekarang lebih hobi baca paper atau jurnal dan buku-buku kuliah, hehehe, yaah, setidaknya hasrat kangen baca buku cerita terpuaskan dengan baca buku karayan Tere Liye ini.

Ayah Dam, lulusan terbaik dari sekolah hukum terbaik di Eropa,yang memilh hidup sederhana dengan bekerja sebagai PNS ini merupakan orang yang sangat lihai bercerita, mempunyai banyak cerita hebat yang dia ceritakan kepada si anak. 

Cerita tentang El Capitano, Lembah Bukhara, Suku Penguasa Angin, keteguhan hati si raja tidur merupakan cerita-cerita hebat yang mampu menginspirasi Dam, anak yang biasa saja di sekolah, mampu melakukan banyak hal hebat di hidupnya. Karena cerita-cerita itu Dam tumbuh menjadi anak yang pantang menyerah, pandai, baik hati, dan berbakti kepada orang tua. Hingga di tahun kedua Dam melanjutkan sekolah di Akademi Gajah, dia menemukan buku-buku tua tentang kisah Lembah Bukhara, Suku Penguasa Angin yang detail ceritanya sama persis dengan yang diceritakan sang ayah, hingga Dam yang selalu percaya cerita ayahnya ini mempertanyakan tentang kebenaran-kebenaran cerita tersebut. Ayah Dam marah ketika Dam bertanya tentang kebenaran cerita ini, semenjak itu Dam menyimpulkan bahwa ayahnya berbohong dan ketidakpercayaan Dam semakin memuncak ketika ibunya meninggal, selama ini Dam tidak tahu tentang sakit kronis yang diderita ibunya, ayah Dam selalu mengatakan bahwa ibunya baik-baik saja.

Rasa tidak suka karena dibohongi membuat Dam memutuskan keluar dari rumah, tinggal di flat sewaan, terpisah dari ayahnya, memulai kehidupannya sendiri, dan hanya sesekali saja mengunjungi ayahnya. 

Saat dewasa, Dam menikah dengan teman masa kecilnya, Taani, mereka mempunyai dua anak bernama Zas dan Qon. Dam tidak mau anak-anaknya diracuni kisah-kisah bohong kakek mereka, maka saat Ayah Dam tinggal dengan keluarga kecil mereka, pertengkaran semakin meruncing, karena setiap malam sang kakek bercerita tentang kisah yang Dam dengar ketika ia masih kecil. 

Membaca buku ini berhasil membuat saya menangis, mengingatkan saya ketika berbeda pendapat dengan ayah saya, hal-hal bodoh yang saya lakukan karena tidak terima dengan saran beliau, apalagi membaca kalimat Taani, 
"Kau tahu, sembilan puluh sembilan persen anak laki-laki tidak pernah lagi mau memeluk ayah mereka sendiri setelah tumbuh dewasa. Padahal sebaliknya, sembilan puluh sembilan persen dari ungkapan hati terdalamnya, seorang ayah selalu ingin memeluk anak-anaknya" . 
Meskipun saya bukan laki-laki, tapi saya cukup terpukul membaca kalimat ini, saya merasa banyak yang tidak saya tahu tentang ayah saya.

Di beberapa bagian, cerita di buku ini sangat menyentuh, tapi saya agak kecewa sih dengan ending buku ini, penulis membuat semua cerita sang Ayah nyata, membuat semua tampak sempurna. Sebenernya saya berharap cerita-cerita yang diceritakan sang ayah memang cerita bohong, ngga ada kan manusia yang ga pernah bohong seumur hidup. Cerita akan lebih menarik kalau Sang ayah ini memang bohong tentang cerita-ceritanya, intinya bukan masalah bohong atau engga, tapi yang paling penting adalah, sang ayah bisa menanamkan nilai-nilai kebaikan dan motivasi kepada sang anak dari kecil dengan menceritakan cerita-cerita karangan yang hebat itu sehingga sang anak mampu melakukan hal yang luar biasa dalam hidupnya.

"Cerita-cerita ayah adalah cara ia mendidikku agar tumbuh menjadi anak yang baik, memiliki pemahaman hidup yang berbeda. Cerita Ayah adalah hadiah, hiburan, dan permainan terbaik yang bisa diberikan Ayah, karena hidup kami sederhana, apa adanya" -Dam-