I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children's laughter remind us how we used to be
-Greatest love of all, Whitney Houston-
Setiap manusia yang masih bernapas di dunia ini berhak mendapatkan pendidikan. Knowledge is the best investment for every human being. Di negara-negara maju seperti, negara di Amerika atau eropa, jaminan untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang baik mungkin jauh berbeda jika dibandingakan dengan Indonesia. Untuk membiayai seorang anak tingkat sekolah dasar, salah satu teman saya harus mengeluarkan biaya ratusan juta untuk uang pembangunan dan SPP pertahun di salah satu sekolah international di Indonesia, dan hal ini sepertinya sudah merupakan hal yang wajar saja di Indonesia. Sekitar 15 tahun yang lalu, untuk biaya sekolah adik saya di sekolah Islam di Surabaya pun, orang tua saya harus rela membayar sekitar 1 juta rupiah per bulannya. Orang tua saya bukan orang tua yang kaya raya, kalau sedang ga ada uangpun mama terkadang menggadaikan perhiasan atau apapun demi biaya sekolah dan les-les kami. Setiap orang tua ingin yang terbaik untuk masa depan anak-anak mereka, maka berapapun biaya yang diperlukan untuk investasi pendidikan seorang anak, saya yakin setiap orang tua akan mati-matian mencari uang supaya anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan yang terbaik dengan harapan output yang baik pula tentunya.
Dengan biaya sekolah yang luar biasa mahal saat ini, dan banyaknya sekolah dengan embel-embel internationalnya ternyata tidak menjamin kualitas dan output yang selalu baik. Kenapa bisa begitu?
Saat ini, saya banyak melihat "working mom" dengan tuntutan pekerjaan yang luar biasa, anak disekolahkan di sekolah yang paling baik, di leskan ini itu, tetapi waktu yang diluangkan untuk anak terkadang kurang. Begitu pula dengan ayah-ayah yang banting tulang demi menghidupi keluarga terkadang menyerahkan pendidikan anak-anak mereka kepada sang isteri. Pendidikan adalah kerjasama, sinergi antara ayah dan ibu, jadi mengharapkan hasil yang baik jika salah satu yang berusaha mungkin saja bisa, tetapi mungkin hasilnya tidak akan maksimal. Sekolah bisa menjadikan seorang anak menjadi super pintar, tapi seorang yang pintar dengan moral baik tidak akan mungkin terbentuk tanpa campur tangan dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga. Pembentukan karakter seseorang dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, ataupun pertemanan, tergantung yang mana yang lebih dominan. Maka dari itu perhatian ataupun pendekatan dari orang tua ke anak-anak jadi hal yang penting sekali. Banyak hal yang mau saya komentarin sebenernya, tapi saya gamau bicara banyak tentang mendidik karena saya belum pernah punya anak, takut salah nanti kalo saya panjang-panjangin. Saya dibesarkan oleh seorang working mom, dan saya pun berencana menjadi working mom, membagi waktu sesuai dengan proporsinya sepertinya tantangan yang dihadapi setiap wanita yang bekerja. Saya tidak tahu apakah saya mampu menjadi seorang working mom nantinya, tulisan ini merupakan reminder untuk saya kalau punya anak nanti. In the end, kalo saya merasa saya tidak sanggup menjadi working mom dengan segala tuntutannya, dan jika saya diharuskaan memilih, saya akan memilih untuk berhenti kerja aja. Kewajiban wanita muslim yang paling utama adalah mengurus keluarga (termasuk mendidik anak).
The prophet said: “The best gift, a father can give to his children, is to teach them good manners” (At-Tirmizi)
Bagaimana dengan keluarga yang kehidupan ekonominya pas-pas an atau bahkan mungkin kurang?
Walaupun saat ini banyak orang tua mampu membayar mahal untuk biaya pendidikan, tetap saja masih lebih banyak orang tua yang merasakan kesulitan untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka. Teman saya yang ayahnya seorang nelayan merasa minder dan tidak percaya diri untuk bercita-cita tinggi, padahal dengan potensi dan attitude teman saya ini, dia layak diperhitungkan. Setiap orang tua wajib mempunyai keyakinan dan kepercayaan terhadap potensi anak. Anak sedari kecil belajar dari lingkup terkecil, yaitu keluarga, maka pemahaman dari setiap orang tua kepada anak diperlukan sekali untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada diri mereka bahwa mereka bisa mampu dan selalu punya kesempatan yang sama dengan anak-anak dimanapun di dunia ini, jika mereka berusaha, terlepas dari apapun latar belakang keluarga mereka. Bagaimana bisa orang tua membuat anak percaya diri kalau mereka sendiri tidak percaya pada dirinya, setiap orang tua adalah role model untuk anak-anaknya. Lagi-lagi saya gabisa bicara banyak, tapi yang jelas optimisme orang tua terhadap kemampuan anak, pasti meng-empowered kepercayaan diri sang anak. Bayangin aja, semisal ada seorang anak jalanan yang sebenernya jenius tapi potensinya tidak diarahkan, potensi itu bisa hilang dengan sia-sia.
Pada masa kalifah Umar RA, seorang laki-laki mendatangi beliau dan mengadu bahwa anaknya tidak memenuhi hak ayahnya. Umar RA lalu menemui sang anak dan mengingatkan mengenai hak ayahnya. Kemudian si anak bertanya apakah hak seorang anak dari orang tuanya, Umar RA menjawab, yang pertama, seorang anak berhak mempunyai ibu yang baik. Kedua, seorang anak berhak mempunyai nama yang baik, dan yang ketiga, seorang anak berhak mendapatkan pendidikan yang baik. Ternyata dari ketiga hak tersebut, tidak satupun diberikan kepada sang anak. Ibunya adalah seorang non-believer, dia tidak diberikan nama yang baik pula oleh orang tuanya (Nama yang diberikan orang tua kepadanya adalah Jua'la, black spider), dan ayahnya tidak memberikan pendidikan pula sehingga dia tidak bisa membaca ataupun menulis. Umar RA kemudian menegur sang ayah karena tidak memenuhi hak anaknya.
Jika pendidikan adalah hak setiap orang, maka kewajiban kita adalah membantu mewujudkan hak itu tercapai. Sepertinya itu cita-cita yang muluk, tapi semua dimulai dari diri sendiri. Start educating our self so we can educate others. Kepemimpinan negeri ini nantinya ada di tangan anak keturunan kita. Jika ingin negeri ini maju maka pendidikan adalah kuncinya. Pendidikan akademis dan moral tentunya.
Orang tua saya memang tidak membekali kami dengan uang yang banyak, tapi bekal pendidikan dan berbagai macam upaya yang dilakukan orang tua saya demi meng-up grade value saya dan saudara-saudara saya merupakan hal yang sangat saya syukuri hingga saat ini.
I don't have any right to talk about parenting or even teaching, jadi tulisan ini merupakan opini saya aja. Semoga yang baca ini ga ada yang tersinggung yak.
-Knowledge enlighten the soul-