Song

Wednesday, April 30, 2014

Pendidikan

I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children's laughter remind us how we used to be

-Greatest love of all, Whitney Houston-


Setiap manusia yang masih bernapas di dunia ini berhak mendapatkan pendidikan. Knowledge is the best investment for every human being. Di negara-negara maju seperti, negara di Amerika atau eropa, jaminan untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang baik mungkin jauh berbeda jika dibandingakan dengan Indonesia. Untuk membiayai seorang anak tingkat sekolah dasar, salah satu teman saya  harus mengeluarkan biaya ratusan juta untuk uang pembangunan dan SPP pertahun di salah satu sekolah international di Indonesia, dan hal ini sepertinya sudah merupakan hal yang wajar saja di Indonesia. Sekitar 15 tahun yang lalu, untuk biaya sekolah adik saya di sekolah Islam di Surabaya pun, orang tua saya harus rela membayar sekitar 1 juta rupiah per bulannya. Orang tua saya bukan orang tua yang kaya raya, kalau sedang ga ada uangpun mama terkadang menggadaikan perhiasan atau apapun demi biaya sekolah dan les-les kami. Setiap orang tua ingin yang terbaik untuk masa depan anak-anak mereka, maka berapapun biaya yang diperlukan untuk investasi pendidikan seorang anak, saya yakin setiap orang tua akan mati-matian mencari uang supaya anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan yang terbaik dengan harapan output yang baik pula tentunya. 

Dengan biaya sekolah yang luar biasa mahal saat ini, dan banyaknya sekolah dengan embel-embel internationalnya ternyata tidak menjamin kualitas dan output yang selalu baik. Kenapa bisa begitu? 

Saat ini, saya banyak melihat "working mom" dengan tuntutan pekerjaan yang luar biasa, anak disekolahkan di sekolah yang paling baik, di leskan ini itu, tetapi waktu yang diluangkan untuk anak terkadang kurang. Begitu pula dengan ayah-ayah yang banting tulang demi menghidupi keluarga terkadang menyerahkan pendidikan anak-anak mereka kepada sang isteri. Pendidikan adalah kerjasama, sinergi antara ayah dan ibu, jadi mengharapkan hasil yang baik jika salah satu yang berusaha mungkin saja bisa, tetapi mungkin hasilnya tidak akan maksimal. Sekolah bisa menjadikan seorang anak menjadi super pintar, tapi seorang yang pintar dengan moral baik tidak akan mungkin terbentuk tanpa campur tangan dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga. Pembentukan karakter seseorang dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, ataupun pertemanan, tergantung yang mana yang lebih dominan. Maka dari itu perhatian ataupun pendekatan dari orang tua ke anak-anak jadi hal yang penting sekali. Banyak hal yang mau saya komentarin sebenernya, tapi saya gamau bicara banyak tentang mendidik karena saya belum pernah punya anak, takut salah nanti kalo saya panjang-panjangin. Saya dibesarkan oleh seorang working mom, dan saya pun berencana menjadi working mom, membagi waktu sesuai dengan proporsinya sepertinya tantangan yang dihadapi setiap wanita yang bekerja. Saya tidak tahu apakah saya mampu menjadi seorang working mom nantinya, tulisan ini merupakan reminder untuk saya kalau punya anak nanti. In the end, kalo saya merasa saya tidak sanggup menjadi working mom dengan segala tuntutannya, dan jika saya diharuskaan memilih, saya akan memilih untuk berhenti kerja aja. Kewajiban wanita muslim yang paling utama adalah mengurus keluarga (termasuk mendidik anak). 

The prophet said: “The best gift, a father can give to his children, is to teach them good manners” (At-Tirmizi)

Bagaimana dengan keluarga yang kehidupan ekonominya pas-pas an atau bahkan mungkin kurang? 

Walaupun saat ini banyak orang tua mampu membayar mahal untuk biaya pendidikan, tetap saja masih lebih banyak orang tua yang merasakan kesulitan untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka. Teman saya yang ayahnya seorang nelayan merasa minder dan tidak percaya diri untuk bercita-cita tinggi, padahal dengan potensi dan attitude teman saya ini, dia layak diperhitungkan. Setiap orang tua wajib mempunyai keyakinan dan kepercayaan terhadap potensi anak. Anak sedari kecil belajar dari lingkup terkecil, yaitu keluarga, maka pemahaman dari setiap orang tua kepada anak diperlukan sekali untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada diri mereka bahwa mereka bisa  mampu dan selalu punya kesempatan yang sama dengan anak-anak dimanapun di dunia ini, jika mereka berusaha, terlepas dari apapun latar belakang keluarga mereka. Bagaimana bisa orang tua membuat anak percaya diri kalau mereka sendiri tidak percaya pada dirinya, setiap orang tua adalah role model untuk anak-anaknya. Lagi-lagi saya gabisa bicara banyak, tapi yang jelas optimisme orang tua terhadap kemampuan anak, pasti meng-empowered kepercayaan diri sang anak. Bayangin aja, semisal ada seorang anak jalanan yang sebenernya jenius tapi potensinya tidak diarahkan, potensi itu bisa hilang dengan sia-sia.

Pada masa kalifah Umar RA, seorang laki-laki mendatangi beliau dan mengadu bahwa anaknya tidak memenuhi hak ayahnya. Umar RA lalu menemui sang anak dan mengingatkan mengenai hak ayahnya. Kemudian si anak bertanya apakah hak seorang anak dari orang tuanya, Umar RA menjawab, yang pertama, seorang anak berhak mempunyai ibu yang baik. Kedua, seorang anak berhak mempunyai nama yang baik, dan yang ketiga, seorang anak berhak mendapatkan pendidikan yang baik. Ternyata dari ketiga hak tersebut, tidak satupun diberikan kepada sang anak. Ibunya adalah seorang non-believer, dia tidak diberikan nama yang baik pula oleh orang tuanya (Nama yang diberikan orang tua kepadanya adalah Jua'la, black spider), dan ayahnya tidak memberikan pendidikan pula sehingga dia tidak bisa membaca ataupun menulis. Umar RA kemudian menegur sang ayah karena tidak memenuhi hak anaknya.

Jika pendidikan adalah hak setiap orang, maka kewajiban kita adalah membantu mewujudkan hak itu tercapai. Sepertinya itu cita-cita yang muluk, tapi semua dimulai dari diri sendiri. Start educating our self so we can educate others. Kepemimpinan negeri ini nantinya ada di tangan anak keturunan kita. Jika ingin negeri ini maju maka pendidikan adalah kuncinya. Pendidikan akademis dan moral tentunya.

Orang tua saya memang tidak membekali kami dengan uang yang banyak, tapi bekal pendidikan dan berbagai macam upaya yang dilakukan orang tua saya demi meng-up grade value saya dan saudara-saudara saya merupakan hal yang sangat saya syukuri hingga saat ini.

I don't have any right to talk about parenting or even teaching, jadi tulisan ini merupakan opini saya aja. Semoga yang baca ini ga ada yang tersinggung yak. 

-Knowledge enlighten the soul-

Wednesday, February 26, 2014

List of My Favorite Songs/Singer #part2 #indonesian

hei hei, kali ini saya posting tentang penyanyi/grup band Indonesia dan lagunya yang menurut saya bagus, sebenernya ada banyak banget, tapi ini beberapa yang saya inget :D

Yang pertama, DEWA 19 - Mahameru. Seinget saya lagu ini baru saya kenal ketika semester 6 kuliah di ITS dulu, padahal lagunya gatau dibikin tahun berapa, lawas banget yang jelas. Sekali denger lagu ini langsung suka dan diputer-puter terus, sekarang pun suka merinding-merinding gitu dengernya, agak bikin homesick sih ini lagu, cuman ya tetep enak banget buat didengerin. Lirik lagu ini oke punya. Saya gasuka sama Dewa yang sekarang, lebih enak Dewa yang jaman duluuu....


Next, ada Java Jive, hwahaha, ini group band jaman jebot. Masih SD kali waktu Java Jive ini lagi tenar-tenarnya, sepertinya emang saya dewasa sebelum waktunya, masih SD sukanya dengerin lagu kayak begini, wkwkwk. Kakak aku, kalo ga salah inget, jaman dulu suka nulis lirik lagu-lagu Java Jive di diary nya. Anyway, kalo lirik lagu jaman dulu itu kedengeran ga norak, kenapa ya kalo lirik lagu jaman sekarang kayaknya kepengen romantis tapi malah bikin geli, tetot. Here we go, Java Jive - Gerangan Cinta, Kau yang terindah, etc. 


Kahitna, cewek indo siapa yang gatau band ini?? Kahitna sama Java Jive dulu tenarnya barengan deh, cuman kalo Kahitna sampai sekarang masih eksis aja. Kahitna ni kerennya karena penyanyinya ada 3, kalo sekarang mereka suka nyanyi dengan pembagian suara 1,2, 3 gitulah, dan semua penyanyinya bisa nyanyi very very well. Beberapa tahun lalu ada album very best nya Kahitna, saya beli itu kasetnya, bela-belain demi nostalgila masa SD sering denger lagu mereka. Cantik is Kahitna's song that stick to my head til now since I was little.


Lagu penyemangat saya di pagi hari dan setiap hari, Andien - Gemilang. Lagu ini dulunya dinyanyikan Krakatau band trus di remake sama Andien. Enaaaaak banget dan liriknya bagus. Never get bored of this song. :) Lagu Andien yang lainnya juga enak looooo, yang judulnya Pulang, love it so much.


Endah n Rhesa - When you love someone. When you love someone, just be brave to say that you want him to be with you, When you hold your love... Don't ever let it go, or you will loose your chance to make your dreams come true... 
Lagu ini lagu penyemangat buat orang-orang yang sedang mengejar cinta, hohoho, cinta wajib diusahakan daaaaan ingaaaat, kalo emang jodoh semua pasti dimudahkan, banyak-banyak berdoa. Jadi, tetap semangat untuk semua yang lagi mencari! haha


Hivi! Ini grup band saya tahu lagunya sejak 2 tahun lalu. Orang ketiga, Indahnya dirimu, Curi-Curi adalah beberapa lagu Hivi yang saya suka. Nah kalo beberapa saat lalu, Mata ke Hati ini sering saya dengerin. Musik Hivi ini enak didenger dan penyanyinya juga ga abal-abal, suaranya oke.


Maliq & D'essentials - Setapak Sriwedari. Grup musik jaman sekarang yang kalo bikin lagu liriknya ga norak, sebagus lirik-lirik lagu jaman dulu. Dari dulu suka banget sama grup musik ini. Sukaaaaaaa!

Dan kita berpijak laluDan kita melangkah untukLebih jauh lagi, lebih jauh lagi
Suara hati kita bergema melantunkan nada-nada
Melagu tanpa berkataIrama hati kita bernada, merayu tanpa bicaraMelagu tanpa berkata seperti syair tak beraksaraSeperti puisi tanpa rima, seperti itu aku padamu


Dira Sugandi, suaranya sexy. Lagunya enak. Essentialy yours. Dengerin lagu ini bikin pikiran melayang ke masa depan, halaaah, hahaha. I'm essentially yours oh darling! 

Q: who's he? :p


Looking up I see the planes go by
I watch them fade into the distant sky
Close my eyes, dreams of wings that will take me to you
And I'm missing you baby

I'm missing you baby
Ain't no doubt about it
You got me
There's no one quiet like you my baby
No one does it like you do
I'm essentially yours
Oh darling, essentially yours


Juwita malam, awesome song



Masih ada Bunglon, the Groove, Bali Lounge,dan banyak lainnya yang kalo saya sebutin semua pasti pada bosen bacanya. Lagu Indonesia ga kalah enaknya sama lagu impor, so, maju terus musik Indonesia! :p 

Sunday, February 9, 2014

When you feel disappointed, devastated..

This semester I don't have to attend any classes anymore, just need to finish my master thesis. Yeah, finally, this semester will be my last semester in NTNU. It's kinda hard for me to start this semester because the starting point was messed up.

I thought I will be happy after my winter vacation last year. I met someone that I really want to see, we've been in contact for almost a semester, but then after we met each other I realized we were totally different from each other. And, suddenly everything turned the other way. 

I lost my spirit and felt empty. I wasn't strong enough to face the reality. 

So, some tips to dealing with this kind of situation. (*It works for me)

1. Try to accept everything happen in our life. 
    Always control our reaction towards problems. When something goes wrong, or when we couldn't get what we want, people's feeling and how they treat us, are things that we can not control, so, the only thing we could do is just to accept the reality. Believed that everything happen for a GOOD reason. 

2. Set the duration of "the bad time"    
    To feel sad, disappointed, devastated, annoyed, angry, or whatever you name it, is normal, but when to recover, it's our self who decide. So, just set the duration of being sad, don't prolonged your sadness curve :p For me, I would like to recover as soon as possible, I set 3 days, which was too long, then I changed into 1 day. 

3. Talk to God
    When I have problem, I try to find someone to talk to, to relief my sorrow, haha, well, someone might help you a little bit, they can listen, cheer you up, and give comments, but, even you tell thousand people about your problems, none of them can take your burden away. It is God, who can do it. So, always, tell Him, it's okay to tell Him whatever you feel, weak, depressed, disappointed, can't breath, feel stones hitting your chest, we should remember, God always listen and answer to our prayers. 

4. Don't try to find happiness.  
    We couldn't find happiness. Happiness is a gift from God, it's just the same as a sad feeling God gives us. So, to be happy, ask Him, God has His own way, we don't know where the happiness is, when and how the happiness will come, and what makes you happy. Ask, beg Him. 

5. Make yourself busy
    It was my sister who said so. If you still think about your problems, then you're not busy enough. Go do something, make yourself busy instead of daydreaming. Move your ass!!! =D 

6. Forgive and Forget
   I started blaming myself. I called myself troublemaker. Problems happen for many reasons, it's not always us or they who did wrong, it could be both side or something else. Stop blaming yourself! Just forgive yourself and forgive other as well, don't regret what you've done. Someday, there will be a person who can accept us as what we are and also believed that we could change, to be better than before.

7. Get up, up, up, and up again
    It's not easy to get rid off sad feeling, especially for me :p Everytime you fall down, just try to get up, up, up, and up again. Back to number 1 and so on. Struggling for something worth, don't wasting time and energy by feeling sad. Positive attitudes gives positive results.


Problems never ends. Don't let problems dominating your mind. Pass this level, then get ready for the next one. :)

Tuesday, September 17, 2013

Field trip Steinkjer

Hasil dari perjalanan ke Bogna HPP, Steinkjer, ngeliatin batu-batuan  mulai dari amphibolite, granite, feldspar, sandstone, greenstone, limestone, dan teman-temannya dengan joints & faults dimana-mana :p

Hari pertama kami keliling di daerah Steinkjer untuk mengidentifikasi tampak luar batuan (mulai dari jenis, perkiraan kekuatan, faults, jointing, mengidentefikasi dip dan strike) kemudian hasil dari pengukuran di 33 titik yang berbeda jadilah join rosette batuan di Steinjker yang nantinya akan dicocokkan dengan joint rosette hasil identifikasi batuan didalam HPP Bogna di hari kedua.







Steep terrain
 Perjalanan pulang mau ga mau harus lewat steep terrain ini, dan saya berhasil jatuh sekali, untung ga ngglundung kebawah kan, wkwkwk. 


Field trip ke lapangan begini ini sebeneranya menyenangkan, bisa sambil refreshing, apalagi kalo dibayar sama kantor kan, haha, tapi beresiko juga sih, soalnya kalau lihat hutan di Norway banyak banget steep terrainnya dan mayoritas adalah batuan keras. Saat ke Bogna kebetulan saya pake sepatu anti air yang kurang bagus, berkali-kali hampir kepleset karena batuannya licin banget, yaaah, namanya juga hutann :p Karakter batuan di Norway berbeda banget dengan karakter batuan di Indonesia. Di Indonesia lapisan soilnya aja bisa nyampe 5 meter sendiri, lebih banyak tanah lunaknya, sedangkan di Norway kata dosen saya siiih, soil cover paling maksimum 3 cm, long time ago glacier washed away Norway's soil cover, dan sekarang disini tiap ke hutan selalu batu lagi batu lagi yang dilihat.

Thursday, September 5, 2013

Beginning of New Semester

Libur tlah usai, tanggal 19 agustus yang lalu akhirnya liburan berakhir juga. Menurut tiket, dari Surabaya ke Trondheim saya seharusnya transit dua kali, di Singapura dan Denmark. Total perjalan dengan dua kali transit itu diperkirakan menghabiskan waktu sekitar dua puluh jam. Perjalanan dari Surabaya - Singapura - Denmark baik-baik aja, tapi pesawat dari Denmark ke Trondheim ternyata di cancel. Dengan rute perjalanan normal sesuai tiket, saya seharusnya sampai di Trondheim jam sepuluh pagi, dan langsung masuk kuliah hari pertama semester fall 2013 ini, tapi karena pembatalan rute penerbangan tersebut tiket saya diubah dari Copenhagen ke Oslo, kemudian Oslo ke Trondheim, dan diperkirakan akan sampai di Trondheim jam dua belas siang. Wuih, berasa banget ga sampe-sampe kalo begini ceritanya. 

Time gap untuk ganti pesawat di Oslo hanya sekitar 30 menit, jadilah saya ketinggalan pesawat karena antrean ticket checkingnya panjang banget dan harus declare bagasi pula. Ribet deh, cuman di bandara Oslo Gardemoen ini semua orang perlu ngeluarin bagasi dan mendeclare walaupun cuman transit. Karena ketinggalan pesawat saya complain ke maskapai penerbangannya, yah lumayanlah dapet voucher makan gratis, walaupun jadwal penerbangannya jadi jam satu siang dari Oslo. Sampai di Trondheim kira-kira jam tiga an, nunggu koper nongol di conveyor belt sampai semua orang pulang, ternyata sia-sia, feeling deh kalo koper bakal ketinggalan, akhirnya pulang ke flat tanpa koper, hiks hiks, sedih banget, secara di dalem koper itu isinya amunisi setahun, mulai dari bumbu nasi goreng, bumbu soto, dll sampai bakso yang dipesen khusus T.T, khawatir aja pas balik makanan-makanan yang seharusnya diamankan di freezer secepatnya ini basi. 

Cobaan sampai di Trondheim lumayan menguras tenaga, mulai dari pesawat di cancel, terpaksa bolos kuliah hari pertama, ketinggalan pesawat, koper hilang, pas sampai di flat ga ada orang pula, padahal kunci saya ada didalem flat, karena selama liburan kemarin flat saya sewain ke orang, hmmm, memang harus banyak-banyak sabar. Belum balik koper saya, hari kedua saya di Trondheim, ga sengaja hp saya kedudukan, hwaaaaa, rusak deh lcd nya, padahal hp itu penghubung saya sama keluarga dan temen-temen saya, untungnya masih ada hp satu lagi, setidaknya kontak ngga hilang semua, ga kebayang kalo nanti tiba-tiba homesick tapi banyak kontak yang hilang, sepi mak. Ehtapi, dua minggu lagi hp saya yang rusak bakal bisa dipake lagi, cihuuuuy.... Skip skip, Hari ketiga, akhirnya koper saya balik juga dengan keadaan mengenaskan, kotor, lecet-lecet, dan gemboknya hilang. Gapapalah yang penting baksonya selamat dulu, hehe. 

Semester ini saya harus berjuang dengan 60 ects. Normalnya satu semester 30 ects, harapan saya semoga semester ini ga sial seperti hari pertama saya datang ke Trondheim. Work hard, pray hard, and play hard. Saya tahu semester ini ga akan mudah, apalagi semester ini waktu efektifnya hanya sekitar tiga bulan, tapi saya percaya ga ada yang ga mungkin kalo Tuhan berkehendak. Semangat!!!!!