Song

Friday, May 17, 2013

Field Visit

Salah satu mata kuliah saya semester ini adalah "Pre-feasibility Study of Hydropower Plant", yaitu mata kuliah tentang studi kelayakan hydropower plant tahap awal yang harus diselesaikan dalam satu semester. Area observasi kelompok saya adalah area Fosen Nord, terletak di municipality Nord Tronderlag, Norway.

Di tahap awal project ini kami berhasil mengidentifikasi 41 project small hydropower plant, kemudian setelah kami hitung levelized unit costnya hanya 17 project yang memungkinkan untuk di proposed ke tahap selanjutnya, dan dari 17 kami memilih salah satu yang terbaik (dengan proses yang cukup ribet, presentasi, dan berbagai macam argumen untuk meyakinkan professor kami), yaitu project yang terletak di Volsetelva.

Setelah satu project kami pilih, tanggal 15 Mei pagi hari kami bersama-sama melihat alias field visit ke area Volsetelva ini untuk melihat langsung keadaan lapangan disana apakah benar-benar memungkinkan untuk dibangun project di tempat yang kami pilih, dan agar kami bisa memberikan judgement untuk optimalisasi perhitungan analisa finansialnya.

Sebenarnya pagi ini saya masih kurang enak badan, tapi mau gimana lagi, udah janji dari seminggu sebelumnya. Malamnya saya gabisa tidur nyenyak, belum sembuh sakit tenggorokan eh dapet tambahan batuk, paket kombo deh :p


Perjalanan memakan waktu 2 jam sebenarnya, tapi berhubung macet, daaaan ketika mau naik ferry kita datang terlambat 30 detik, yak hanya 30 detik saja, hihi, inilah bedanya dengan di Indonesia, di Norway mobilisasi untuk hal apapun selalu punctual, mereka memberi waktu 5 menit aja untuk seluruh kendaraan masuk kedalam ferry. Alhasil karena terlambat, kami harus menunggu ferry berikutnya 20 menit kemudian.

Setelah perjalanan 1 jam setengah sampailah kami di lokasi Vosetelva dan ternyata di tempat yang kami pilih untuk project ini, project sungguhan sedang dilaksanakan. Ternyata penerawangan kami ga buruk juga, hihihi, terbukti di tempat yang kami pilih benar-benar dibangun hydropower project.

Sampai Trondheim lagi jam 8 sore, badan saya patah-patah rasanya, capek banget, tapi kalo keinget dosen saya yang 67 tahun dan nyetirin saya pikir, capek saya ga ada apa-apanya. Sampe rumah langsung makan mie, salmon dan nasi, aseli kayak orang ga dikasih makan seminggu, gimana dong yaaaa, masa makan siang dikasih roti sama keju aja :p


Rencana posisi tailrace water 
Pipa yang dipakai untuk konstruksi diameternya sama persis dengan rancangan kelompok kami, hihi
Pose ala SPG pipa


Bangunan Intake


Intake gate


Lapisan tanah


Power House
Setelah field visit ini, kami harus menghitung optimalisasi hydropowerplant yang kami rencanakan, dan kami akan mempresentasikan hasil kerja kami 11 Juni mendatang. Semoga semua berjalan dengan lancar. :)

Hip Hip Hurra!

17th of May 
Norwegian Constitution day 

Tanggal 17 Mei adalah hari konstitusi bagi Norwegia. Tahun 1814 Norwegia mendeklarasikan kemerdekaannya dari Swedia. Perayaan Constitution day di Norwegia ini menjadi hal yang spesial bagi penduduk Norwegia.

Tahun ini saya diberi kesempatan untuk ikut merayakan May 17 celebration ini dengan ikut melihat parade di tengah kota Trondheim, tak lupa saya membeli bendera Norwegia, padahal saat perayaan hari kemerdekaan Indonesia aja saya ga pernah beli bendera Indonesia :(

Saat perayaan May 17 ini, penduduk di Norwegia biasanya akan memulai harinya dengan sarapan bersama  keluarga dirumah, sarapan dengan menu spesial, dan tak lupa cake yang dibuat khusus untuk perayaan ini. Oiya, untuk anak-anak, di hari ini mereka dibebaskan makan ice cream sepuasnya, so this was really fun day for everyone here.

Cake bikinan flatemate saya
Di hari ini pun semua orang berpakain rapi dengan pakaian khas Norwegia yang dinamakan "Bunad". Konon, warna dan desain Bunad berbeda-beda tiap daerah, warna dan desain menunjukkan darimana asal si pemilik Bunad tersebut.

Warna Hijau, Bunad khas Trondheim

Pada perayaan ini orang akan berkumpul di centrum untuk melihat parade dari berbagai unsur di kota ini, mulai dari klub-klub olahraga, sekolah, kantor-kanotr ikut berpartisi dalam parade ini. Orang yang melihat parade pun juga berpakaian rapi jali loh.. saya sempat kena tegur teman saya pagi ini karena saya cuman pake kemeja, katanya kayak mau ngampus aja kamu pake kemeja, harusnya pake dress dong, sayangnya saya ga punya, coba kalo punya, ya belom tentu dipake juga sih, hihihi :p

Penonton parade


Peserta parade ^^














































"Hip hip hurra! Hip hip hurra! Hip hip hurra hurra hurra!"
Selamat Hari Jadi Norway :)

Sunday, May 12, 2013

9 Summers 10 Autumns

 "Berikanlah akses pendidikan berkualitas pada setiap anak di republik ini. 
Republik ini menjanjikan empat hal; melindungi, mensejahterakan, mencerdaskan, dan memungkinkan untuk berpartisipasi di dunia."
-Anis Baswedan-

source: 

Yang menarik lagi Anis mengungkapkan bahwa, "Kita sering menganggap setiap orang tua itu bisa mendidik, setiap orang tua itu bisa mengarahkan. Ini sebenarnya belum tentu terjadi. Orang tua belum tentu bisa menyiapkan, dan diantara pendidik, sekolah, rumah, yang paling tidak disiapkan adalah orang tua."
Saya rasa apa yang diungkapkan Pak Anis Baswedan ini ada benarnya juga. Kok bisa? Coba direnungkan sendiri deh, hehehe. Walaupun kebenarannya ga mutlak juga sih.

Ketika buku ini dijual di toko buku, beberapa kali saya ingin membeli tapi entah mengapa saya selalu mengurungkan niat ketika melihat buku tersebut (mungkin saya ga bawa dompet kali ya pas ke toko buku, soalnya kalo udah liat buku suka asal comot aja, pas bagian bayar langsung shock berat, wkwk). Awalnya, saya kira buku 9 Summers 10 Autumns ini novel fiksi biasa, ketika melihat Kick Andy saya baru ngeh kalo ternyata buku ini based on true story of Iwan Setyawan. Siapa dia? Silakan googling sendiri, atau baca novelnya, atau tonton filmya, hihihihi. Yang jelas beliau adalah salah satu anak bangsa yang berkiprah di luar negeri tapi memtuskan pulang dan semoga ikut memajukan negara kita tercinta. Saya takut juga sih, bisa ngga ya seperti mas Iwan ini? Bisa ikut memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Malu kalau teringat saya masih suka malas belajar, sering kehilangan semangat, dan tidak percaya diri. Huhuhuhu. 

Saat ini film 9 Summers 10 Autumns ini juga sudah diputar di bioskop, sayang, bukunya saja saya belum sempat baca apalagi nonton filmya, belum ada kesempatan untuk saya sekarang, tapi saya sangaaaaaat ingin sekali bisa baca dan nonton filmnya.

Pertama kali mendengarkan soundtrack film ini langsung saya ulang-ulang seharian, saya suka sekali lagunya, apalagi salah satu penyanyinya Dira Sugandi. Lirik lagu "Bawalah Aku Kembali" ini juga bermakna.


Lirik: 

Kulalui masa kecilku
Masa bahagia yang tlah terukir indah
Dihatiku

Satu masa tlah kulewati
Satu impian tlah kuraih untukmu
Ayah Bundaku

Lembut kasihmu bagai puisi
Hangat senyumu menerangi jiwaku
Selamanya

Perjalananku 
Bagai cerita yang tak mungkin 
Berakhir bahagia
Tanpa doamu

Tiada tempat yang paling indah
Selain rumah kita
Tiada masa yang lebih indah
Selain bersama.. mereka yang tercinta

Bawalah aku kembali kemasa kecilku dulu
Dan biarlah kukenang rasa itu
Sebagai pelepas rinduku

Friday, May 10, 2013

Puisi

Puisi yang membuat saya merenung, isi dari puisi ini dalam dan menyentuh sekali. 


Karya salah satu calon wisudawan Ph.D asal Indonesia yang dibacakan saat acara syukuran wisuda mahasiswa mahasiswi Indonesia di NTNU tahun 2013. :)

Curhat: Mungkin Tonsilofaringitis

Belakangan ini saya susah tidur, tadi malam puncaknya, sampai subuh, kira-kira pukul 3 pagi, saya masih belum bisa memejamkan mata, kepala saya sakit bukan main. Paginya saya bangun dan langsung beranjak ke kampus, maklum musim ujian, kalo dirumah, belajar saya kurang efektif. 

Dari pagi hari badan saya rasanya sudah ga enak, demam, dan semakin menjadi-jadi siangnya, di kampus saya malah tidur, karena temperatur badan saya yang semakin meninggi, tulang rasanya nyeri semua. Tenggorokan sakit, untuk menelan apalagi, badan sama sekali tidak bertenaga, pengen pulang tapi rasanya kaki saya ga sanggup melangkah, alhasil saya duduk lama sekali di ruang belajar, bengong, dengan mata berair. 

Saking lemasnya badan ini sampe ga konsen ngapa-ngapain :'( akhirnya saya menghubungi adik saya dan saya ceritakan semua keluhan-keluhan saya. Adik saya bilang, "Paling Tonsilofaringitis". Apa itu tonsilofaringitis? Cepat-cepat saya googling, hmmm.. bisa jadi, karena gejala-gejala klinis yang saya rasakan kira-kira miriplah dengan informasi yang saya dapat dari internet. 

Tonsilofaringitis, merupakan peradangan pada tenggorokan dan atau tonsil yang disebabkan oleh bakteri atau virus, seringkali tonsil akan membengkak. Gejala-gejalanya antara lain: nyeri tenggorok, sulit menelan, demam, nyeri tulang sendi, tidak napsu makan, dan nyeri di telinga. 

Adik saya memberikan beberapa saran supaya saya cepat pulih, antara lain banyak minum minuman hangat, banyak makan, istirahat, kurangi gorengan, dan jika memungkinkan minum imun booster, tapi sayangnya saya ga punya banyak stock obat. 

Penyakit ini ga gawat sih sebenernya, tapi cukup mengganggu aktifitas saya, karena badan saya meriang-meriang terus, jadi susah konsentrasi belajar, padahal exam sudah di depan mata. Sampai dirumah pun tadi saya rasanya ingin menangis karena badan saya semakin menggigil, lemas sekali, mau tidur susah karena langit masih terang benderang, seandainya ada ibu saya disini, setidaknya saya bisa sedikit bermanja-manja :p Sakit adalah keadaan yang paling berat ketika merantau sendiri, semua harus saya lakukan sendiri, tapi gapapa juga sih, mau gimana lagi??? hihi

Mohon doa semoga saya cepat sembuh.

Thursday, May 9, 2013

t.r.a.s.h

Di sela-sela waktu belajar saya mengahadapi exam semester ini, ketika otak sudah capek diajak berpikir, saya membaca-baca artikel-artikel, mulai dari gosip artis hollywood, artis bollywood, artis korea, sampai berita politik di negeri tercinta Indonesia.

Sore tadi, saya berbicara dengan teman lama saya, momen berbicara dengan orang lain memang sangat saya tunggu-tunggu, maklum, di tempat saya belajar sekarang saya jadi lebih antisosial, yah pada dasarnya saya suka menyendiri, tapi ga suka sendiri :p

Dari percakapan kami saya menyimpulkan, don't judge a book by it's cover, peribahasa ini sepertinya tepat untuk menggambarkan berbagai macam tipikal orang di seluruh penjuru dunia ini.

Setiap orang punya rahasia sendiri-sendiri.

Setiap orang memilih jalan hidupnya sendiri.

Setiap orang berhak bahagia.

Ketika kita dihadapkan pada kenyataan yang tidak sesuai dengan yang seharusnya, terkadang sulit untuk menerima hal tersebut, apalagi memahami.

Saya gatau sebenernya mau nulis apa, hahaha, yang jelas, bahagialah dengan pilihan yang telah kita buat. Meskipun terkadang salah, pahit dan sakit, tidak ada manusia yang hidupnya sempurna, pelangi selalu muncul setelah hujan. :)

Bersyukur menjadikan hidup terasa sempurna.